18
May
09

Relasi Objek

Relational DBMS memiliki tabel-tabel yang saling beralasi. Jika tabel-tabel tersebut tidak
berelasi maka tidak usah menggunakan RDBMS, kembali lagi saja ke jaman teks file atau
mungkin sedikit lebih canggih menggunakan XML.RDBMS dibuat untuk mengatasi kelemahan
tipe database sebelumnya. Pertanyaanya bagaimanakah caranya memetakan tabel yang beralasi?
Apakah class bisa kita relasikan satu sama lain seperti halnya tabel? jawabnya tentu saja bisa

RDBMS yang berbasis aljabar relasi memiliki tipe relasi yang disebut Asosiasi.Hubungan ini
terbagi tiga yaitu hubungan one-to-one, one-to-many, many-to-one dan many-to-many. Sebelum
merelasikan tabel harus dilakukan proses normalisasi terlebih dahulu untuk menjamin
konsistensi,integritas data dan meminimalisir redudansi. Tidak seperti RDBMS yang hanya
memiliki 1 jenis relasi, class memiliki 5 macam jenis relasi yang mungkin yaitu : Asosiasi,
Agregasi, Generalisasi, Depedensi, dan Realisasi .

Asosiasi

Hubungan antara class yang ada. Asosiasi memungkinkan sebuah class mengetahui Property dan
Method class lain yang saling berelasi. Syaratnya Property dan Method harus memiliki access
modifier/visibility public.

Agregasi

Relasi antara “keseluruhan” dengan “bagian”

Generalisasi

Relasi pewarisan antara dua class. Class induk disebut super class sedangkan class turunan
disebut sub class. Superclass mewarisi seluruh property dan method ke subclass, namun tidak
berlaku sebaliknya. Subclass bisa jadi memiliki property dan method spesifik yang tidak dimiliki
oleh superclassnya Generalisasi dalam OOP disebut juga Inheritance. Dengan menggunakan
Inheritance class yang kita buat akan menjadi lebih simple karena tidak harus menuliskan semua
property dan method pada class anak, cukup “diturunkan” dari class induk

Depedency

Relasi yang menunjukkan sebuah class mengacu ke class lainnya. Depedency adalah sebuah
relasi yang bersifat tighty-coupled. Perubahan pada class yang diacu bisa jadi menyebabkan
perubahan di class pengguna

Realisasi

Relasi antara interface dengan class yang menjadi implemetasi dari interface tersebut.
“Programming to interface not to implemantation”, begitu kata para developer berpengalaman.
Programming to interface merupakan best practice yang patut diikuti dalam menulis program.
Interface memisahkan apa(what) dengan bagaimana(how) nantinya hal tersebut implementasikan.
Dengan menggunakan inteface, struktur kode kita menjadi loosely-coupled, karena
memungkinkan secara dinamis mengganti implementasi.


0 Responses to “Relasi Objek”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




 

May 2009
M T W T F S S
« Apr    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Blog Stats

  • 2,971 hits

Tags